19 May 2016

Jangan Terlalu Sering Kerokan, Ini Bahayanya

Bagi Masyarakat Indonesia pasti sudah mengerti betul istilah "kerokan" yang biasa mereka lakukan pada saat masuk angin. Kerokan adalah salah satu metode pengobatan untuk mengobati masuk angin yang sudah terkenal di Indonesia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Pengobatan masuk angin dengan cara kerokan tidak hanya terkenal di Indonesia, melainkan di negara-negara Asia lainnya. Di Vietnam kerokan disebut sebagai Cao Giodi. Sedangkan di Kamboja lebih dikenal sebagai Goh Kyol. Negara Cina yang terkenal dengan akupunturnya pun mengenal metode pengobatan kerokan, mereka menyebutnya dengan Gua Sua. Bedanya mereka menggunakan batu giok sebagai alat pengerok, bukan dengan udang logam seperti di negara kita.

Cara kerokan sendiri sangatlah mudah. Anda hanya membutuhkan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang atau benda tumpul lainnya yang berfungsi untuk menggosok atau mengerok bagian punggung. Selain itu Anda juga membutuhkan cairan pelicin seperti minyak telon, minyak olive, minyak angin, minyak kelapa, atau lotion yang berguna untuk mencegah iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok.
kerok.

Pertama-tama Anda berikan cairan pelicin terlebih dahulu ke bagian badan yang akan dikerok. Selanjut Anda kerok atau gosok dengan benda tumpul tadi sampai terlihat warna merah pada bagian yang dikerok.

efek dan manfaat kerokan


Di Indonesia kerokan sangat dipercaya ampuh untuk mengobati masuk angin. Apalagi metode pengobatan masuk angin dengan kerokan tidak membutuhkan banyak biaya. Tetapi apakah Anda tahu, dibalik manfaat kerokan ada bahaya yang mengancam Anda. Sebaiknya setelah membaca info ini Anda jangan terlalu sering melakukan kerokan.

Saat kita mengerok punggung akan terjadi inflamasi. Inflamasi bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Inflamasi memiliki ciri kemerahan pada kulit yang dikerok yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang dan mengandung banyak darah karena pembuluh kapiler yang tadinya menyempit menjadi melebar dan dipenuhi oleh darah. Itulah mengapa saat punggung dikerok akan timbul warna kemerahan pada kulit.

Secara medis kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi (vasokontiksi) menajdi semakin melebar (vasaditilasi) . Kerokan tidak berbahaya jika tidak menjadi kebutuhan primer, tapi jika dilakukan secara terus menerus akibatnya banyak pembuluh darah kecil dan halus akan pecah dan akan menimbulkan bahaya. Bahaya ini memang tidak berdampak langsung pada tubuh kita melainkan akan kita rasakan dikemudian hari. Bahaya yang diakibatkan oleh pengobatan "kerokan" adalah sebagai berikut :

1. Ketagihan

Saat kita melakukan kerokan tubuh akan terasa segar dan pegal-pegal akan hilang. Rasa nyaman inilah yang membuat kita ketagihan melakukakn kerokan setiap badan terasa masuk angin.


2. Resiko Masuknnya Bakteri dan Virus

Saat kita mengerok tubuh kita, pemubuluh darah akan melebar akibat adanya gesekan kulit dengan benda tumpul. Saat pori-pori kita melebar atau membesar akan memudahkan angin masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus dari luar kedalam tubuh. Sebagian besar orang ketagihan dikerok dan pasti akan melakukan lagi apabila terkena masuk angin. Semakin sering kita kerokan makan semakin melebar pori-pori tubuh kita dan semakin banyak juga virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita.


3. Dapat Mengakibatkan Kontraksi Dini

Seperti yang kita ketahui bahwa saat dikerok, maka akan terjadi inflamasi. Nah, yang menjadi masalah adalah reaksi penolakan reaksi penolakan terhadap inflamasi tubuh. Saat terjadi inflamasi maka mediator anti inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut "Cytokines" yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Oleh sebab itu, bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang melakukan kerokan karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat Prostaglandin.


4. Potensial Terhadap Stoke

Kebiasaan kerokan di sekitar leher dapat mengakibatkan stoke bila ada saraf yang rusak. Saat kerokan, pembuluh darah akan melebar. Jika dilakukan terlalu sering dan dibagian yang sama, dikhawatirkan pembuluh darah kecil dan halus akan semakin melebar lalu pecah. Tentunya ini sangat berbahaya terutama untuk para orang tua.

Baca juga : 4 Kebiasaan Agar Mata Selalu Sehat


Nah, itulah beberapa efek dan manfaat kerokan. Kerokan tidak akan menimbulkan bahaya jika dilakukan dengan wajar, tapi jika terlalu sering kerokan akan menimbulkan bahaya bagi tubuh Anda dikemudian hari.

No comments:

Post a Comment